Berita SUBANG & sekitarnya


Giliran video vulgar Shireen Sungkar yang beredar di dunia maya. Shireen mengetahuinya saat berada di Sydney, Australia. Wow.. benarkah video vulgar tersebut dilakoni Shiren?

“Video itu nggak mirip banget sama aku. Poninya aja yang mirip sama aku. Lagian berapa juta orang banyak poninya yang mirip aku,” jelas Shireen Sungkar, saat menggelar jumpa pers, di kediamannya, di Jalan Madrasah I No.1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (26/5) siang.

Perbedaan lainnya pun dijelaskan Shireen guna membantah kalau video vulgar yang beredar di dunia maya adalah miliknya. “Dia banyakan Arabnya, aku dikit. Hidungnya dia sama mancung, tapi jambu,” ungkap Shireen dalam nada yang berusaha meyakinkan.

Pernyataan Shireen pun dibenarkan semua sahabatnya. Video vulgar yang beredar bukan miliknya. “Teman-teman aku juga bilang, itu bukan aku,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Shireen baru mengetahui video vulgar mirip dirinya itu dari benerapa orang terdekatnya, semalam (25/5) saat dirinya berada di Bandara Sydney, Australia dan akan pulang ke Indonesia.

sumber

Dewi Perssik memang kontroversial. Tidak hanya busana dan goyangannya saat beraksi di atas panggung. Namun, aksi manja serta nakalnya dengan suaminya Aldi Taher terkadang membuat heboh. Seperti baru-baru ini, saat syukuran film terbarunya Tusuk Kuntilanak, Dewi berciuman hot dengan Aldi. Padahal kala itu, banyak sekali anak panti asuhan yang hadir.

Nonstop bahkan berkesempatan untuk mengabadikan gambar-gambar aksi kenakalan Dewi dan Aldi. Sementara Dewi dan Aldi tampak sangat menikmati ciumannya, meskipun saat itu Dewi sedang menggendong putra angkatnya, Velice Gabrielle, yang masih berusia 1,5 tahun.

Dalam wawancaranya, mantan istri Saipul Jamil ini mengatakan bahwa dirinya memang sangat beruntung sekali bisa memiliki suami Aldi. Bahkan, meski sibuk menyanyi dan syuting film, Dewi menegaskan dirinya akan selalu patuh kepada suaminya.

“Di luar saya adalah artis Dewi Perssik. Tapi kalau di rumah saya adalah Dewi Muria Agung. Istri yang akan selalu nurut dengan suami. Apapun yang suami mau saya berikan. Termasuk kemesraan,” ujar Dewi. sumber: RMblitz.com

Seekor ular melingkar dengan kepala berbentuk manusia dan berambut panjang menggegerkan warga Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Mahluk itu dikabarkan bisa bergerak dengan tinggi sekitar 18 cm. Dengan penampilan wajah mirip manusia, pada bagian wajah terdapat dua alis putih memanjang, mata terbuka, serta dua taring. Sedang badan menyatu dengan ekor dengan posisi melingkar.

Jenglot yang menjadi tontonan warga itu ditemukan seorang paranormal Mbah Lamidi (45), warga Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen. Kini, jenglot tersebut disimpan di rumahnya. Rambutnya panjang sampai 20 cm.

Warga yang melihat semakin dibuat heran, lantaran makhluk itu juga memiliki dua tangan dengan posisi seperti menyilang di dadanya. Tangan mungil itu memiliki jari-jari hitam dengan kuku memanjang.

Jenglot itu sendiri sebenarnya sudah ditemukan Mbah Lamidi Kamis 7 Mei pekan lalu, tepatnya malam Jumat Legi. Sebelum menemukan jenglot itu, dia dan beberapa temannya terlebih dulu melakukan ritual, karena sebelumnya Mbah Lamidi mengaku sudah mempunyai firasat akan menemukan makhluk aneh. Ritual pun dimulai sekitar pukul 23.30 WIB di pinggir kali desa setempat hingga pukul 01.00 WIB dengan cara bersemedi.

“Saya tidak sendiri. Waktu itu, saya melakukan ritual bersama 9 orang. Saat itu semuanya mendengar ada orang mandi di kali persis depan kami duduk,” ceritanya.

Dia pun meneruskan, setelah itu muncul bola merah menyala seperti api dari dasar sungai dan terjadi berulang-ulang. Saat itulah, mereka bangun dan menyeberang sungai. Mereka pun menemukan jenglot itu dan membawanya pulang.

Saejan, salah satu teman Mbah Lamidin yang kemarin berada di rumah bersama jenglot itu, juga turut meyakinkan cerita tersebut. Menurut dia, kejadiannya memang benar adanya. Bahkan, ada suara perempuan tua yang meminta makhluk itu dirawat dengan baik dan tetap dibungkus selendang seperti saat ditemukan.

“Kalau tidak percaya ya tidak apa-apa,” tandasnya.

Informasi penemuan jenglot itupun terus menyebar. Warga sekitar terus berdatangan untuk melihat langsung sosok jenglot yang aneh tersebut. Bahkan, Kapolres Bojonegoro AKBP Agus S Hidayat, dan Kabag Ops Polres Kompol Suhariyono pun penasaran dan datang ke lokasi rumah Mbah Lamidin. Tak banyak yang disampaikan Kapolres saat melihat jenglot itu. Dia hanya minta penemuan itu tidak membuat kericuhan, terlebih saat hendak melihat.

sumber: http://kotasubang.com/index.php/20090514173/hot-topics/Heboh-Wanita-Bertubuh-Ular-Dipertontonkan.html

Jakarta – Kata siapa Trio Macan tenggelam? Bahkan kini 3 cewek cantik yang mengusung lagu dangdut ini, menjajal dunia film. Nggak tanggung-tanggung, mereka pun berani tampil bugil! Di film berjudul Darah Janda Kolong Wewe menjadi kiprah baru untuk Trio Macan di dunia hiburan tanah air. Demi totalitas, Iva Nofanda, salah satu personil Trio Macan ini, bahkan rela melucuti busananya.
“Iya, aku benar-benar bugil,” kata Iva, ketika dijumpai siang ini (23/4) di acara syukuran film tersebut di Setia Budi 1, Jakarta Selatan. “Sempat stress dan kaget disuruh bugil gitu. Tapi untungnya adegan nya di kamar mandi dan tertutup kaca yang blur,” jelas Iva.

Nggak takut diprotes dan dicekal? “Saya cuma pengen professional main film. Kalau mau dituntut, ya filmnya dong. Lagi pula ada sensor,” ujar Iva. Ia sendiri belum tahu hasilnya seperti apa. “Saat dibujuk untuka melakukan adegan itu, mereka bilang akan diedit,” tuturnya. Tapi kalau nanti adegan itu terlihat sangat seronok, ia akan menuntut. “Saya akan menuntut dengan jalur hukum,” serunya.(inilah.com)

Seperti yang dilansir dari Politikana.com. Untuk mengecek hasil pemilihan suara sementara bisa dicari pada bagian topik panas dari link di sini

jika Anda tertarik mencari berbagai berita tentang subang sepertinya Anda boleh mencoba untuk mengklik di sini

Kota Subang memang belum banyak digali di internet, untuk itulah kini muncul portal kotasubang.com yang berisi berbagai informasi ringan tentang Subang dan berbagai hal menarik yang bisa diakses via internet.

Sebagai sebuah portal informasi, kotasubang.com padat dengan berbagai konten, sehingga bisa menjadi one stop solution untuk akses informasi terkini. Selain konten berita Subang, Anda bisa mengakses konten lain yang menarik seperti komunitas Subang, forum Subang, berita otomotif, artikel panas.

Jika Anda penasaran, coba klik di sini kotasubang.com

Masyarakat kembali dihebohkan dengan beredarnya adegan video porno yang dilakukan sepasang ABG tingkat SMA. Hal ini menambah daftar panjang sisi negatif dunia pendidikan di Indonesia.

Kali ini, video mesum yang terekam dalam kamera telepon genggam (HP) menggambarkan seks bebas yang dilakukan sepasang ABG itu beredar dikalangan masyarakat dan pelajar di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pantauan mata, dalam video berdurasi 4,63 menit itu, digambarkan secara detil dan kronologi aksi kedua ABG tersebut. Diawali dengan ciuman bibir secara bersamaan dan keduanya langsung melucuti pakaian mereka masing-masing.

Selain melakukan hubungan layaknya suami istri, dalam video mesum itu tampak dengan jelas pasangan wanita melakukan oral. Sementara pasangan prianya sesekali melakukan aksi pencabulan dengan memasukan jari telunjuknya ke alat vital wanita.

Aksi itu dilakukan di sebuah kebun kelapa sawit Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang dengan alas pakain mereka. Gambar itu, dilakukan oleh pelaku pria dengan tangan kananya, pelaku mengarahkan kamera HP ke bagian alat vital dan dada pasangannya.

Hingga kini, pelaku video porno itu belum diketahui identitasnya. Gadis berkulit bersih dan rambut sebahu itu mengenakan baju putih dan jeans biru. Sementara pasangannya, menggunakan kaos hitam dan jeans biru. Keduanya berada di lokasi “eksekusi” dengan menggunakan motor jenis bebek.

Merebaknya video mesum, terjadi sejak beberapa bulan lalu. Mereka mendapatkan gambar tersebut dari HP ke handphone. Tidak hanya di kalangan dewasa, namun video mesum itu sudah dikonsumsi oleh kalangan pelajar dari tingkat SMP.

Fenomena itu menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah orang tua. Iis Rochaeti, 34, warga Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak, Subang misalnya. Ibu dua putri ini khawatir jika gambar dalam video itu menjadi inspirasi bagi anak-anak remaja usia pelajar. “Sebagai orang tua, kami khawatir ini menjadi tren di kalangan anak-anak, apalagi pendidikan agama di sekolah sangat minim,” ujar Iis.

Iis berharap, baik pihak sekolah maupun aparat kepolisian segera melakukan tindakan terhadap anak didiknya. Menurut dia, bisa saja dilakukan operasi telpon genggam, “Jangan sampai seks bebas meracuni anak didik kita,” harapnya. (*)

sumber: okezone.com

Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang hari ini berencana mengirim surat kepada Presiden untuk meminta izin memeriksa Bupati Subang Eep Hidayat yang menjadi tersangka dugaan korupsi upah pungut pajak senilai Rp2 miliar.

Kajari Subang Yusron mengatakan, kejari telah berkomitmen menuntaskan semua kasus dugaan korupsi. Selain bentuk tanggung jawab, ini merupakan amanat yang diembankan sebagai komitmen dalam penegakan hukum di negeri ini. Dia berjanji tidak akan pandang bulu dalam penuntasan semua kasus yang sedang ditanganinya, termasuk yang melibatkan pejabat Pemkab Subang dan Bupati Subang Eep Hidayat yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dia berjanji hari ini akan mengirimkan surat izin pemeriksaan Eep kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Hari Senin (22/12) kami akan layangkan surat ke Presiden, melalui Kejati (Kejaksaan Tinggi) Jabar dan Kejagung (Kejaksaan Agung). Mekanismenya kan seperti itu,”kataYusron. Menurut Yusron,Eep akan langsung diperiksa apabila dalam 60 hari sejak dikirimnya surat ke Sekretariat Negara tak ada juga jawaban. “Dalam UU Otda kan demikian, dan sah-sah saja kita lakukan pemeriksaan,” ujar Yusron.

Sementara itu,mantan wakil Bupati Subang Maman Yudia pada Selasa (23/12) akan diperiksa tim penyidik Kejari Subang dalam perkara yang sama. Maman yang saat itu menjabat sebagai wakil bupati akan dimintai keterangan seputar surat keputusan (SK) upah pungut yang ditandatangani Eep Hidayat. Disinggung soal pemeriksaan sejumlah anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Subang,Yusron menegaskan hingga kemarin kejari belum menerima surat jawaban dari gubernur.

Dia menyayangkan keterlambatan itu, karena menurutnya akan menghambat proses pengusutan kasus upah pungut. Di tempat terpisah,Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto mengungkapkan, ICW dan Kaukus Rakyat Subang Bersatu (KRSB) kini sedang mengagendakan menghadap ke Kejagung dan Mabes Polri untuk mendesak penuntasan dua dugaan korupsi yang sedang ditangani Kejari Subang dan Polwil Purwakarta.

“Di Polwil Purwakarta, sedang disidik dugaan korupsi sapi impor senilai Rp1,5 miliar dan telah menyeret Eep Hidayat menjadi tersangka. Sementara di Kejari Subang disidik dugaan korupsi upah pungut senilai Rp2 miliar yang juga menyeret Eep jadi tersangka,” ungkap Agus kepada SINDO tadi malam. Menurut Agus, jika kedua institusi yang akan didesak mendorong penuntasan dua perkara korupsi di Subang itu tak bisa berkutik, ICW dan KRSB akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan supervisi dua perkara korupsi tersebut.

“Kasus ini harus tuntas. Kalau tidak, tidak akan menjadi pelajaran penegakan hukum di tingkat daerah,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan penyelewengan upah pungut dengan total nilai Rp31,2 miliar telah menyeret Eep Hidayat sebagai tersangka, karena menerbitkan Surat Keputusan (SK) No 973/Kep-604-Dispenda/ 2005 yang mengakibatkan kerugian negara lebih dari Rp2 miliar.

Eep Hidayat sempat diperiksa penyidik kejari pada 20 November.Pemeriksaan Eep dihentikan karena mantan Bupati Subang periode 2003–2008 itu tidak mampu menjawab pertanyaan keenam soal tugas pokok dan fungsi bupati. Eep yang berpasangan dengan Ojang Sohandi pada Jumat (19/12) lalu resmi dilantik sebagai bupati-wakil bupati Subang oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Karena itu,untuk pemeriksaan kembali ketua DPC PDIP Subang itu, kejari meminta izin Presiden. Sebelumnya juga Eep mengaku akan kooperatif dengan penyidik kejaksaan atau kepolisian terkait pengusutan dua dugaan korupsi yang telah menyeretnya sebagai tersangka. (*)

sumber: seputar indonesia

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kemarin resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Subang periode 2008-2013,Eep Hidayat- Ojang Sohandi. Setelah dilantik, kalangan LSM mendesak proses hukum terhadap Eep terus berlanjut.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang dan Polwil Purwakarta menahan Eep yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan dua korupsi. Dua kasus yang menyeret Eep yakni dugaan penyelewengan upah pungut (UP) pajak senilai Rp2 miliar yang ditangani Kejari Subang dan dugaan penyelewengan bantuan sapi impor senilai Rp1,5 miliar yang ditangani Polwil Purwakarta.

“Penahanan Eep agar yang bersangkutan tidak menghilangkan barang bukti atau memengaruhi para saksi,” ungkap Koordinator Divisi Investigasi ICW Agus Sunaryanto di Subang, kemarin. Desakan penahanan Eep juga dilontarkan Koordinator Kaukus Rakyat Subang Bersatu (KRSB) Evi Silviady.

Menurutnya, upaya penuntasan dugaan korupsi yang melibatkan Eep merupakan tantangan besar bagi para penegak hukum di tingkat daerah. “Seperti uji nyali lah. Kalau mereka tak berani, berarti nyalinya sangat tipis,” tandasnya. Sementara itu, pelantikan Eep Hidayat- Ojang Sohandi digelar dalam pengawasan super ketat oleh aparat kepolisian.

Sedikitnya 1.000 personel kepolisian dikerahkan untuk pengamanan gedung DPRD. Hal ini untuk mengantisipasi aksi anarkistis para demonstran. Kapolres Subang AKBP Sugiyono mengatakan, tim pengamanan gabungan dari Polres Subang,Polwil Purwakarta, dan Polda Jawa Barat, selain diturunkan di lokasi pelantikan, juga disiagakan di jalur Pantura untuk menghalau rencana aksi penutupan jalur Pantura Subang.Bahkan, massa berencana menghadang rombongan kendaraan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Namun, semua rencana dan isu tersebut tidak terbukti hingga prosesi pelantikan usai. “Kami berupaya untuk antisipasi dini atas tindakan yang mengarah terganggunya fasilitas umum dan pelantikan. Daripada telanjur terjadi, nanti kami juga yang repot,”ujar Sugiyono.

Pengamanan di gedung pemerintahan, selain dilakukan oleh aparat kepolisian,ratusan tim pengamanan dari ormas Pemuda Pancasila dan Laskar Gotong Royong tampak siaga di sepanjang jalan masuk dari pintu selatan. Dengan seragam serba hitam dan loreng oranye mereka membentuk barisan siaga.

Dari pantauan, penjagaan ketat tersebut diberlakukan sejak masuk area Gedung DPRD.Ratusan tamu undangan yang hendak menghadiri pelantikan bupati, diperiksa dan diharuskan menunjukan kartu undangan atau kartu identitas lain. Mereka yang tidak membawa dilarang masuk area pelantikan.

Sampai di pintu utama gedung DPRD, tamu undangan harus diperiksa. Selain diminta menunjukan kartu undangan atau identitas lain,tamu harus diperiksa dengan metal detector. Pelaksanaan pelantikan sendiri berlangsung khidmat selama 45 menit. Tamu undangan yang tidak memadai ditampung di ruang rapat paripurna, menempati lantai dua gedung DPRD dan tenda yang dilengkapi wide screen.

Di tengah-tengah ratusan tamu undangan tampak hadir juga sejumlah mantan calon bupati dan wakil bupati Subang pada Pilkada Subang 26 Oktober lalu. Antara lain Imas Aryumningsih, Bambang Heryanto, dan Kukuh Ernanto. Di luar gedung DPRD tampak sejumlah karangan bunga ucapan selamat dari sejumlah kolega,satu di antaranya dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Anggota DPR RI dari PDIP Maruarar Sirait.

Mantan Bupati Subang Maman Yudia lebih awal meninggalkan gedung sidang parpipurna istimewa. Saat dicegat wartawan, Maman yang mengenakan setelan jas coklat itu mengatakan segera angkat koper dari rumah dinasnya. “Secepatnya atau mungkin sekarang juga saya akan angkat koper,”ujarnya.

Di bagian lain, massa Forum Muda Kota Subang menggelar aksi di depan Wisma Karya Subang, Jalan Ade Irma Suryani.Mereka mendesak institusi hukum segera mengadili dan memenjarakan Bupati Eep Hidayat.”Kami minta segera tangkap dan adili Eep,karena kami sangat malu punya pemimpin yang berstatus tersangka dugaan korupsi,” ujar Handra Muinandar, koordinator Forum Muda Kota Subang.

Aksi yang digelar sekitar satu jam itu menarik perhatian masyarakat yang melintasi jalan raya.Para pengunjuk rasa membagi-bagikan selebaran berisi tuntutan aksi. Kendati demikian,arus lalu lintas tetap berjalan normal. Sejumlah aparat kepolisian terlihat hanya berjaga-jaga. (annas nashrullah/ rommy roosyana)

sumber: seputar indonesia

Halaman Berikutnya »