Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kemarin resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Subang periode 2008-2013,Eep Hidayat- Ojang Sohandi. Setelah dilantik, kalangan LSM mendesak proses hukum terhadap Eep terus berlanjut.
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang dan Polwil Purwakarta menahan Eep yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan dua korupsi. Dua kasus yang menyeret Eep yakni dugaan penyelewengan upah pungut (UP) pajak senilai Rp2 miliar yang ditangani Kejari Subang dan dugaan penyelewengan bantuan sapi impor senilai Rp1,5 miliar yang ditangani Polwil Purwakarta.
“Penahanan Eep agar yang bersangkutan tidak menghilangkan barang bukti atau memengaruhi para saksi,” ungkap Koordinator Divisi Investigasi ICW Agus Sunaryanto di Subang, kemarin. Desakan penahanan Eep juga dilontarkan Koordinator Kaukus Rakyat Subang Bersatu (KRSB) Evi Silviady.
Menurutnya, upaya penuntasan dugaan korupsi yang melibatkan Eep merupakan tantangan besar bagi para penegak hukum di tingkat daerah. “Seperti uji nyali lah. Kalau mereka tak berani, berarti nyalinya sangat tipis,” tandasnya. Sementara itu, pelantikan Eep Hidayat- Ojang Sohandi digelar dalam pengawasan super ketat oleh aparat kepolisian.
Sedikitnya 1.000 personel kepolisian dikerahkan untuk pengamanan gedung DPRD. Hal ini untuk mengantisipasi aksi anarkistis para demonstran. Kapolres Subang AKBP Sugiyono mengatakan, tim pengamanan gabungan dari Polres Subang,Polwil Purwakarta, dan Polda Jawa Barat, selain diturunkan di lokasi pelantikan, juga disiagakan di jalur Pantura untuk menghalau rencana aksi penutupan jalur Pantura Subang.Bahkan, massa berencana menghadang rombongan kendaraan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
Namun, semua rencana dan isu tersebut tidak terbukti hingga prosesi pelantikan usai. “Kami berupaya untuk antisipasi dini atas tindakan yang mengarah terganggunya fasilitas umum dan pelantikan. Daripada telanjur terjadi, nanti kami juga yang repot,”ujar Sugiyono.
Pengamanan di gedung pemerintahan, selain dilakukan oleh aparat kepolisian,ratusan tim pengamanan dari ormas Pemuda Pancasila dan Laskar Gotong Royong tampak siaga di sepanjang jalan masuk dari pintu selatan. Dengan seragam serba hitam dan loreng oranye mereka membentuk barisan siaga.
Dari pantauan, penjagaan ketat tersebut diberlakukan sejak masuk area Gedung DPRD.Ratusan tamu undangan yang hendak menghadiri pelantikan bupati, diperiksa dan diharuskan menunjukan kartu undangan atau kartu identitas lain. Mereka yang tidak membawa dilarang masuk area pelantikan.
Sampai di pintu utama gedung DPRD, tamu undangan harus diperiksa. Selain diminta menunjukan kartu undangan atau identitas lain,tamu harus diperiksa dengan metal detector. Pelaksanaan pelantikan sendiri berlangsung khidmat selama 45 menit. Tamu undangan yang tidak memadai ditampung di ruang rapat paripurna, menempati lantai dua gedung DPRD dan tenda yang dilengkapi wide screen.
Di tengah-tengah ratusan tamu undangan tampak hadir juga sejumlah mantan calon bupati dan wakil bupati Subang pada Pilkada Subang 26 Oktober lalu. Antara lain Imas Aryumningsih, Bambang Heryanto, dan Kukuh Ernanto. Di luar gedung DPRD tampak sejumlah karangan bunga ucapan selamat dari sejumlah kolega,satu di antaranya dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Anggota DPR RI dari PDIP Maruarar Sirait.
Mantan Bupati Subang Maman Yudia lebih awal meninggalkan gedung sidang parpipurna istimewa. Saat dicegat wartawan, Maman yang mengenakan setelan jas coklat itu mengatakan segera angkat koper dari rumah dinasnya. “Secepatnya atau mungkin sekarang juga saya akan angkat koper,”ujarnya.
Di bagian lain, massa Forum Muda Kota Subang menggelar aksi di depan Wisma Karya Subang, Jalan Ade Irma Suryani.Mereka mendesak institusi hukum segera mengadili dan memenjarakan Bupati Eep Hidayat.”Kami minta segera tangkap dan adili Eep,karena kami sangat malu punya pemimpin yang berstatus tersangka dugaan korupsi,” ujar Handra Muinandar, koordinator Forum Muda Kota Subang.
Aksi yang digelar sekitar satu jam itu menarik perhatian masyarakat yang melintasi jalan raya.Para pengunjuk rasa membagi-bagikan selebaran berisi tuntutan aksi. Kendati demikian,arus lalu lintas tetap berjalan normal. Sejumlah aparat kepolisian terlihat hanya berjaga-jaga. (annas nashrullah/ rommy roosyana)
sumber: seputar indonesia