Petugas “Leasing” Terjun Langsung untuk Memverifikasi

Penjualan sepeda motor di Jawa Barat dari bulan puasa hingga Lebaran diperkirakan meningkat setidaknya 20 persen. Agen penjual mewaspadai konsumen yang membeli sepeda motor hanya untuk digunakan mudik.

Person in Charge PD Budi Agung, Ronny Setiawan, di Bandung, Rabu (27/8), mengatakan, penjualan sepeda motor Honda di Bandung selama bulan puasa nanti diperkirakan meningkat sekitar 30 persen. Sepeda motor biasanya terjual sekitar 6.000 per bulan.

Jumlah itu diprediksi naik menjadi 8.000 unit selama bulan puasa. Kenaikan dipicu daya beli konsumen yang meningkat karena menerima tunjangan hari raya (THR) menjelang Lebaran. Sebagian konsumen menggunakan THR untuk uang muka sepeda motor.

Permintaan juga meningkat karena sepeda motor dibutuhkan untuk mudik. Menurut Ronny, di Bandung, sejumlah konsumen masih mengambil kredit sepeda motor hanya untuk mudik sehingga pihak leasing semakin berhati-hati dengan memperketat syarat-syarat.

Selain itu, petugas leasing juga terjun langsung untuk mendatangi dan menanyakan warga di lingkungan konsumen, seperti tetangga dan ketua rukun tetangga atau rukun warga. Pertanyaan untuk memverifikasi itu misalnya tentang status rumah dan pendapatan.

“Kadang, mengontrak rumah, tetapi mengaku miliknya. Motor dipakai mudik lalu kredit tak dilanjutkan. Kalau dua tahun lalu masih banyak. Sekarang, semakin sedikit,” katanya.

Untuk mudik

Kepala Cabang Suzuki Finance Karawang Ridwan Efrendi mengatakan, pihaknya menjual sekitar 700 unit sepeda motor per bulan untuk daerah Karawang dan sekitarnya. Selama bulan puasa nanti, penjualan diprediksi naik 20 persen atau menjadi sekitar 840 unit.

Sekitar 80 persen dari jumlah itu diperoleh dengan kredit. Pembelian sebagian sepeda motor yang digunakan hanya untuk mudik lazim terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, kata Ridwan, pihaknya bersikap sangat hati-hati. Kelayakan konsumen yang hendak mengkredit motor diperiksa dulu, seperti status karyawan kontrak atau tetap, slip gaji, dan tingkat kemapanan perusahaannya bekerja.

Jika calon pembeli diketahui menggunakan sepeda motor baru hanya untuk dikembalikan setelah mudik, pengajuan kreditnya akan ditolak. “Kami tanya mereka yang ada di lingkungannya, setidaknya tiga orang. Kalau setiap tahun terjadi kebiasaan seperti itu, kredit tidak disetujui,” katanya.

Yang ditanya antara lain tetangga dan famili. Menurut Ridwan, sekitar 10 persen dari motor yang terjual pada bulan puasa hanya digunakan untuk mudik. Pembeli yang membutuhkan sepeda motor untuk mudik menjadi umum menjelang Lebaran dan terjadi merata di Jabar.

Peneliti dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Koordinator Jabar Acuviarta mengatakan, perilaku konsumen yang menggunakan sepeda motor hanya untuk mudik didorong kenaikan daya beli dan kultur pulang kampung. Menjelang Lebaran daya beli naik karena pembagian THR.

“Masyarakat harus mengubah sikap konsumtifnya perlahan-lahan. Sebab, arahnya ke konsumtif irasional. Jadi, konsumen perlu mengendalikan diri,” ujarnya. Promosi yang gencar dari produsen turut memengaruhi perilaku konsumtif itu. (*)

(kompas.com)