Tak bisa dipungkiri, kerusakan ponsel sering menjadi momok menakutkan bagi penggunanya. Selain harus merogoh kocek untuk memperbaiki, ada kemungkinan ponsel tak bisa dipergunakan lagi. Berkaca dari kondisi tersebut penulis melakukan penelusuran ponsel apa saja yang rentan kerusakan dan sering keluar masuk service center.
Keluhan masyarakat tentang ponsel yang mudah rusak baik software maupun hardware-nya cukup sering terdengar di telinga. Akibatnya, pengeluaran membengkak karena mesti memperbaikinya. Di masa sulit seperti sekarang, salah satu solusi meredam pengeluaran berlebih adalah dengan hati-hati memilih. Terkait hal tersebut, penulis melakukan pemantauan langsung ke lapangan guna melihat ponsel apa saja yang ‘akrab’ dengan service center.
Pengalaman pribadi pengguna yang banyak mengeluhkan ponsel-nya yang ‘rewel’ jelas tak bisa mewakili kondisi riil di pasaran. Untuk itu, penulis melakukan penelitian kecil-kecilan yang tidak dapat dianggap sebagai kondisi faktual tetapi paling tidak mewakili kondisi geografis DKI Jakarta. Lokasinya antara lain sentra ponsel ITC Roxy Mas, ITC Cempaka Mas dan ITC Kuningan (Mal Ambassador).
Secara garis besar, penulis membagi kerusakan menjadi dua yakni secara hardware dan software. Selain itu, ada dua kesalahan yang menyebabkan ponsel harus masuk service center, yaitu kesalahan pemakaian (terkena air, jatuh, kapasitas memori overload) dan kesalahan dari pabrikan (keypad gampang pecah, joystick mudah rusak).
Penulis melakukan wawancara singkat ke beberapa tempat service ponsel yang tersebar di ITC Roxy Mas, ITC Cempaka Mas dan ITC Kuningan (Mal Ambassador). Narasumber yang diwawancarai adalah para teknisi yang memperbaiki ponsel GSM dan CDMA. Dengan menggunakan metoda random sampling, hasil wawancara memberikan beberapa kesimpulan.
Pertama, semakin banyak jenis ponsel yang dilepaskan ke pasaran maka semakin banyak kerusakan yang ditemui. Kondisi ini tak bisa dielakkan terjadi pada ponsel yang menjadi penguasa pasar seperti Nokia, Sony Ericsson, Motorola dan Samsung. Secara logika, ponsel yang paling banyak beredar di pasaran tentu cukup banyak juga yang mengalami kerusakan.
Sebagian besar narasumber yang ditemui penulis mengungkapkan, ponsel Nokia paling banyak mengalami kerusakan. Tengok penuturan Susan, karyawati Circle Mobile yang menyediakan layanan perbaikan ponsel di ITC Kuningan. Menurut Susan, merek Nokia menjadi ponsel yang paling sering diservis di tempatnya. “Dengan asumsi dari total ponsel yang diservis maka sekitar 50% adalah merek Nokia,” ujarnya.
Susan menambahkan, dari segi kerusakan beberapa jenis ponsel Nokia memiliki kelemahan tersendiri. Misalnya untuk ponsel yang menggunakan platform Symbian, kerusakan umum yang terjadi terletak pada software-nya. “Beberapa ponsel Symbian cukup rewel dan sering keluar masuk tempat servis kami. Antara lain N70 dan N73, rata-rata keluhannya blank dan hang akibat kesalahan konsumen membiarkan memorinya penuh.”
Hal senada diungkapkan beberapa teknisi di ITC Roxy Mas dan Cempaka Mas. Menurut mereka, ponsel seri N adalah yang paling banyak mengalami kerusakan software. Mulai dari N70, N73 dan N95. “Ponsel yang menggunakan Bluetooth termasuk yang banyak mengalami kerusakan. Untuk ponsel Nokia seri terbaru seperti seri N dan E, kerusakan yang terjadi kebanyakan pada mic dan speaker,” tutur seorang teknisi.
Dayat, karyawan Galilea Cellular, ITC Kuningan memaparkan untuk kerusakan software seperti pada produk-produk Symbian Nokia, pihaknya membebankan tarif paling mahal sekitar Rp 150 ribu. Tak berbeda dengan penuturan Susan, ponsel Nokia yang paling sering ‘ngadat’ softwarenya tak lain seri yang menggunakan platform Symbian. Menurut Dayat, biasanya kerusakan terjadi akibat kesalahan konsumen dalam menggunakan ponsel.
“Dalam hal ini, ponsel yang paling sering kami servis adalah N70. Biasanya kerusakan selain pada software juga pada Bluetooth dan piranti audio-nya. Juga pada N73 biasanya terjadi blank atau hang akibat kerusakan software-nya, terpaksa harus diudate lagi,” kata Dayat seraya menambahkan ponsel lain yang juga cukup rutin menyambangi tempat servisnya adalah Nokia 5300 dan Nokia 9300. Pokok kerusakan ada pada fleksibel.
Lebih jauh, dari pengakuan beberapa teknisi, merek setelah Nokia yang cukup banyak mengalami kerusakan adalah Sony Ericsson. Pun begitu, sebagian teknisi beranggapan Sony Ericsson merupakan ponsel yang paling jarang mengalami kerusakan hardware kecuali pada joystick dan keypad yang gampang pecah. “Jadi bukan komponen elektroniknya yang rusak,” tutur salah satu teknisi ITC Roxy Mas.
Pada Sony Ericsson, rata-rata teknisi menyatakan bahwa ponsel dengan tipe sliding atau flip paling banyak mengalami kerusakan pada kabel fleksibelnya. Atau bisa dibilang bahwa ponsel yang menggunakan kabel fleksibel cepat rusak. Lamanya kerusakan, ujar teknisi, tergantung dari pemakaian si pengguna, ada yang belum setahun sudah rusak tapi ada juga yang setelah 2 tahun baru rusak.
Salah satu tipe yang paling sering mengalami kerusakan pada fleksibel adalah Sony Ericsson seri Z520. Sementara Sony Ericsson K310i dan cukup sering mengalami masalah pada software alias sering nge-blank serta keypadnya rentan kerusakan seperti K550i. Sony Ericsson K800i cukup sering kena LCD-nya dan sering ngeblank.
Sementara untuk merek ponsel lain, sebagian besar teknisi mengaku tak terlalu sering melakukan servis. Menurut Susan, dari seluruh ponsel yang masuk ke tempatnya 50% merek Nokia, 30% merek Sony Ericsson dan sisanya merupakan merek-merek ponsel lain. (*)


Agustus 28, 2008 at 3:59 am
menurut saya,memang benar!!!semakin banyak merk hp yang keluar di pasaran maka makin banyak kerusakan yang ada,mungkin kurang adanya pandangan kesana,,karna konsumen taunya hanya hp mahal adalah bagus kualitasnya,padahal belum tentu.
software yang digunakan sekarangdengan yang dulu menurut saya juga kebih bagus spftware yang dulu….lebih kuat.
September 18, 2008 at 4:58 pm
Saya memunyai hp SE K310i yang kemaren saya isi lagu di komputer melalui kabel USB.dan tidak sengaja kesenggol dan kabelnya copot sewaktu mengirim file.dan ketika hp saya hidupkan memory di hp da yang hilang dan tidak bisa diisi apa2 lgi.gmn cra prbaikany
September 18, 2008 at 5:07 pm
Saya memunyai hp SE K310i yang kemaren saya isi lagu di komputer melalui kabel USB.dan tidak sengaja kesenggol dan kabelnya copot sewaktu mengirim file.dan ketika hp saya hidupkan memory di hp da yang hilang dan tidak bisa diisi apa2 lgi.gmn cra prbaikany
Nopember 14, 2008 at 6:13 pm
untuk konsultasi mengenai kerusakan handphone bisa mengnjungi bandung cellular digita service. jalan otista subang- depan jogja super market. 0260 415852 / 081 220491111
tq
bandungcellular – service hp bergaransi
Desember 24, 2008 at 10:16 pm
bwt 19 september, di format aj hp.na
dlu aq jg prnh ky g2,pokok.x memori ponsel.x rsak, d bwt ambil gmbar g bisa,nrima file lwt blutut jg g bisa.abis aq format, bisa de
Januari 15, 2009 at 9:20 am
Gimn ra Memperbaiki keypad k550i ktny yg rsk i© ny paan tu
Maret 27, 2009 at 9:17 am
gw pny k550i,ko’ D-pad kanan,tombol menu,’n tombol shortcut g jln yach??
ap mgkn gara2 software’y??
April 17, 2009 at 5:32 pm
untuk konsultasi mengenai kerusakan handphone bisa mengnjungi bandung cellular digita service. jalan otista subang- depan jogja super market. 0260 415852 / 081 220491111
tq
bandungcellular – service hp bergaransi